TOURING TO PANGANDARAN


Perjalanan touring kami dimulai kembali, untuk meneruskan perjalanan yang tertunda. Hari kamis pagi kami sudah siap untuk pergi, lebih kurang pukul 8 pagi kami ber-empat berkumpul dirumah Mamat di pasar minggu (Saya, Mamat, Yunan, dan Ivan), sedangkan Eka beserta 2 anak buah Ivan menunggu di depan rumah sakit pasar rebo.

Foto di pangandaran

Lebih kurang 09.30 kami berangkat, pasukan kami yang berangkat ada 7 orang. Perjalanan dari Jakarta kami lewat jonggol, perjalanan diliputi dengan jalan becek dan berlubang. Sekitar pukul 12.00 kami tiba di Cianjur berhenti sejenak untuk melaksanakan salat dan meneduh dari derasnya hujan. Dan mulai hujan saat ini-lah tantangan perjalanan kami menyusuri hujan selama 4 hari dimulai. Setibanya di Bandung kami disuguhi dengan sistem perairan Bandung yang carut marut karena menimbulkan genangan air ditambah baunya yang dahsyat. Kalau tidak percaya dengan baunya dapat bertanya ke Eka yang secara tidak sengaja mendapat hadiah dari cipratan bus, yang membuat air bau itu mendarat manis di mulutnya. Kami berpisah dengan Eka dan Mamat di Cileunyi.

Keluar dari bandung hujan tidak juga reda, melainkan bertambah deras disertai angin yang menghembus cukup kencang. Tapi kami tetap melaju terus walaupun harus terpisah menjadi tiga kelompok kecil. Karena cuaca hujan jalan menjadi tidak kelihatan dan baju kami menjadi basah kuyup. Sekitar jam 19.00 kami berkumpul di Gentong, beristirahat lebih kurang 15 menit kami melanjutkan perjalanan dan tiba dirumah akang Candra pukul 20.00 (Tasikmalaya)

Hari Jumat dimulai dengan cuaca yang cerah paling tidak sampai perjalanan menuju pangandaran.Kami berngkat dari rumah Akang ba’da Jum’at, perjalanan kami melewati banjar dengan jalan yang halus dan pemandangan yang indah di kiri dan kanan. Kami tiba di pangandaran lebih kurang pukul 17.30. sesampai di penginapan kami disapa lagi oleh hujan yang tidak juga reda hingga malam mulai larut. Setelah hujan reda pukul 23.00 kami keluar untuk merasakan angin laut dimalam hari.

Di hari sabtu pagi kami memulai acara berkunjung ketempat rekreasi, tentu yang paling awal adalah berenang di pantai pangandaran ditemani ombak besar dan hujan. Banyak pemandangan di pantai ini, tidak hanya pemandangan alam tetapi banyak sekali para wanita yang secara tidak sengaja atau… memperlihatkan kemolekannnya, hihihiii. Tentu saja pakar snap shoot kami cukup sigap memanfaatkan momentum ini dengan membidik beberapa juwita manis yang memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya yang terbuka (kurang ajar ya kami, tapi jangan salah paham frend itu Cuma buat happy aja kok ngak lebih). Cukup puas berenang kami pergi ke penginapan untuk mengemasi barang-barang dan pergi menuju green canyon. Pemandangan di green canyon sih cukup indah tapi saya belum merasakan tantangannya karena masih seruan waktu saya kecil. Di green canyon kami di antar melewati sungai menggunakan perahu dengan motor templok, sedangkan waktu ku kecil kami juga mengarungi sungai menggunakan gedebong pisang, jadi apa bedanya.

Green Canyon

Kami meneruskan perjalanan menuju pantai yang saya lupa namanya untuk sejenak menyembah kepada yang maha kuasa Allah SWT dan sedikit berfoto untuk kenang-kenangan. Hehe… walaupun tujuan kami ibadah tetap saja mata ini masih mencari keindahan sang pencipta dengan memperhatikan betapa banyaknya bibit wanita cacat (calon cantik kalau kata mas Ivan). Setelah puas memandangi wanita cacat dan kewajiban kami terlunasi kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke tasikmalaya (singgah di rumah Akang).

Perjalanan menuju rumah makan diselingi jalan yang berlubang alias kubangan kebo pindah kejalan, bahkan sangking kreatifnya penduduk sekitar menanam padi di badan jalan. Sampai di rumah makan,kami beristirahat cukup lama bahkan sempat salat magrib. Pulang dari rumah makan perjalanan hujan kami dimulai kembali, yaitu dari rumah makan sampai tasik kami di temani dengan hujan yang membuat badan kedinginan. Dirumah Akang pembicaraan sedikit saja karena semua sudah pasti capek hingga bantal guling lah yang menjadi pelipur kelelahan yang dengan mantabnya kami bekap untuk teman tidur.

Minggu pagi kami siap untuk kembali ke Jakarta, perjalanan siang ini cerah dan lancar, kami berjalan cukup cepat untuk mengejar agar tidak terlalu malam keluar dari jonggol. Kami tiba dibandung pukul 11.00, tetntu saja beristirahat dahulu di Bandung unutk mengisi perut, menjalankan kewajiban dan beli oleh-oleh untuk orang rumah (ntar ngak dibukain pintu kalau ngak dibeliin oleh-oleh). Pukul 14.00 kami siap meninggalkan bandung dengan hujan menemani lagi. Kami pun tetap melanjutkan perjalanan karena ingin tiba cepat di Jakarta. Sampai di persimpangan untuk masuk jonggol pukul 16.00. oh ia tidak lupa sepanjang jalan saya dan Mamat selalu mengucapkan meong-meong, karena di sepanjang jalan menuju jonggol banyak sekali ikan asin (wanita cantik yang berseliweran).

Bingung yah kenapa harus meong-meong, begini ceritannya. Ketika menunggu hujan reda di penginapan pangandaran kami mendengarkan suara kucing yang ingin kawin berisik sekali dengan eongnya yang tidak tergambarkan dia meraung untuk merebut hati lawan jenisnya, tak berapa lama suasana hening (lebih kurang 30 menit). Lalu suara kucing itu muncul lagi kali ini dengan suara eongan yang lemah karena tenaganya yang terkuras (meong..meong..eong….). lucunya tak berapa lama Akang selesai diurut dan Akang mau aja mengucapkan meong..meong.. tanpa tau maksudnya, yang membuat kami tertawa. Begitu ceritanya ngak ngerti ya?, sama.

Melanjutkan perjalanan jonggol tadi kami memasuki jonggol pukul 16.00 dan berhasil keluar jonggol pukul 17.30. hanya saja pas dipersimpangan dimana kami harus memilih melewati jalur citeureup atau kami ke cibubur,kami memilih melewati cibubur. Ternyata jalan menuju cibubur sedang diperbaiki kontan aja kami membayarnya dengan rasa lelah melewati kubangan air dengan jalan menepi tanah ditambah jalur ke cibubur mungkin 2 kali jauhnya ketimbang melewati cieuteurup. Saya tidak sempat untuk berpamitan dengan teman-teman karena badan sudah sangat lelah di tambah gatal karena memakai baju basah jadi begitu sampai di jalan raya bogor saya langsung tancap gas untuk mengantar Mamat kerumah-nya dan pulang kerumah, Allhamdulillah selamat sampai dirumah.

Perjalanan kali ini sungguh sangat mengasyikkan dengan jalan yang beraneka macam dan ditemani dengan setia oleh hujan, yang pastinya sangat menguji kehandalan mesin kuda besi kami.

Terima kasih teman-temanku yang baik (Akang, Yunan, Ivan, Eka, Mamat, Indra, dan Bobow). Untuk perjalanannya. Semoga kita dapat menelusuri keindahan negeri ini dengan kuda besi kita dilain waktu. Semoga Allah memberi kesehatan dan kebahagian kepada kalian dunia serta akhirat, amin…

Wasalam cuiii…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: