TOURING TO TASIKMALAYA & KAWAH GALUNGGUNG


Perjalanan ini untuk menghilangkan kesuntukan kerja dan hidup yang rutin dilakukan serta belajar untuk menempuh perjalanan yang panjang, tujuan perjalanan ini adalah ke pangandaran walaupun tujuan akhirnya berubah ke lain tempat. Tapi tetap mengasyikkan dan memberi banyak cerita.

JALUR PETUALANGAN

Gambar jalur petualangan Jakarta-Tasikmalaya

gmb-2

Gambar di kawah galunggung


Perjalanan dimulai pada tanggal 23 oktober 2009, kami berempat (Saya, Ivan Yunan, Rahmat) berkumpul di masjid bekang jalan raya bogor pukul 08.10. Lebih kurang pukul 09.00 kami berangkat untuk memulai perjalanan ini. Perjalanan pertama kami menyusuri jalan raya bogor, dan agak tersendat karena jalanan yang sedang diperbaiki sehingga menyempit dan rusak+becek. Setelah melewati tajur bogor, perjalanan dilanjutkan melewati ciawi, cisarua, puncak, perjalanan cukup mengasyikkan dengan jalanan yang lancar, kami berusaha untuk sampai di bandung sebelum salat jum’at tetapi tidak bisa. Oleh karena itu kami berhenti untuk salat jum’at dan beristirahat di cianjur kira-kira pukul 11.30. Di masjid tempat kami salat banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan, saya merasa unik dengan kebiasaan masjid itu tapi merupakan ide kreatif dan patut ditularkan ke masjid-masjid yang lain. Diantara keistimewaan yang saya lihat secara sekilas di masjid itu diantaranya: panitia penyelenggara salat jum’at yang bekerja maksimal di posnya masing-masing selain itu panitia juga mudah terlihat karena memakai seragam (seragam batik warna coklat tua), kamar mandinya yang bersih dan wangi, kata pengantar sebelum ceramah menggunakan bahasa adat setempat (bahasa sunda) diselingi dengan bahasa Indonesia, dan setelah melaksanakan salat jum’at bagi jamaah salat jum’at yang haus disediakan minuman dingin menggunakan sirup gratis yang disediakan oleh panitia.
Setelah merasa cukup beristirahat seusai salat jum’at dan tentu saja sudah makan siang sekalian. Kami melanjutkan perjalanan melewati karang tengah, padalarang, cimahi , bandung. Setibanya di bandung perjalanan agak sedikit tersendat selain kami yang tidak hafal jalan ditambah lagi jalanan bandung yang macet, yang paling parah di bandung itu lampu merahnya yang lama banget. Kami pun kehujanan di bandung sehingga harus menepi dan berteduh (kira-kira pukul 14.00). Dari bandung kami melanjutkan perjalanan melewati cicalengka lalu masuk nagrek pukul 18.30. Di nagrek ban belakang motor Ivan bocor terkena paku, untug ketika sadar ban bocor, tepat di depan tukang tambal ban. Sambil menunggu ban selesai di tambal kami beristirahat, setelah selesai kami melanjutkan perjalanan melewati garut menuju tasik, kami janjian dengan Akang (Candra) di Indihliang Jati.
Sampai di rumah Akang lebih kurang pukul 21.00, kami beristirahat sambil berbincang-bincang. Pada malam ini barulah ada pembatalan rute perjalanan, yang tujuan awal kami adalah ke pangandaran ternyata berubah menjadi kawah gunung galunggung. Karena kesepakatan bersama (mungkin) akhirnya kami batal ke pangandaran. Lebih kurang pukul 11.00 kami berangkat menuju kawah galunggung, perjalanan ke sana yang mungkin dapat ditempuh 1 jam sampai 1,5 jam waktu normal dan jalan normal. Terasa berat. Karena belum lama kami jalan kami sudah dihadang oleh hujan lebat yang memaksa kami untuk berteduh. Setelah hujan reda kami melanjutkan perjalalanan kali ini bukan hanya hujan yang menghadang tetapi jalan rusak + becek yang disajikan itu pun masih ditambah hujan yang memaksa kami untuk berteduh untuk kedua kalinya. Sambil berteduh kami melaksanakan salat zuhur. Akhirnya walaupun masih hujan rintik kami melanjutkan perjalanan. Jalanan yang tadinya becek ditambah hujan lebat semakin menjadikannya becek dan licin. Tetapi ketika sudah memasuki area pendakian kawah gunung galunggung jalan menjadi bagus dan tidak licin namun banyak tanjakan curam yang memaksa motor untuk bekerja sedikit lebih keras.
Sampai di bawah kawah kami bersiap untuk naik tangga yang anak tangganya ada 620 anak tangga. Sampai diatas kami disuguhkan pemandangan yang indah oleh pemilik alam semesta. Bagaimana ALLAH menyajikan pemandangan yang menurut kami indah apalagi kami berada di ketinggian sehingga dapat melihat kebawah hamparan pohon dan rumah-rumah dikejauhan. Sudah cukup kami menikmati pemandangan kami bersiap turun untuk mandi (berendam) air hangat dibawah anak gunung galunggung ini. Ketika berendam terasa nikmat sekali badan yang tadinya letih setelah melewati perjalanan jauh terasa terobati. Kami bermain air cukup lama kira-kira sampai pukul 18.00.

gmb-1

S4032121

gmb-4

S4032123

Gambar di Kawah gunung galunggung

Kami pun bersiap untuk pulang dan menikmati ikan bakar. Dan tentu saja melewati jalan rusak yang membuat otot tangan dan pundak menjadi pegal-pegal, walaupun arahnya telah dirubah tetap saja jalanan masih hancuur. Sampai di tempat pemancingan Akang ternyata api sudah disiapkan dan nasi liwet sudah tanak siap untuk disantap. Tidak berapa lama membakar ikan, ikan pun sudah hangus maklum ini baru namanya benar-benar di bakar. Kami bersiap di posisi masing-masing di saung kecil tanpa bercahayakan lampu listrik. Yang ada hanya lampu teplok kecil, tetapi membuat suasana menjadi asyik, kami makan dengan lahap karena nasi liwetnya enak + kami juga cukup lapar. Selesai makan kami berbincang sampai semua yang ada ketiduran.
Pagi hari tanggal 25 oktober 2009, kami bangun agak pagi lalu membersihkan motor dan bersiap untuk pulang ke-jakarta. Pukul 09.00 akhirnya selesai sudah perjalanan kami di tasik dan mulai melaju lagi dengan sepeda motor. Perjalanan kali ini melewati rute pulang garut, nagrek, cicalengka, perjalanan lancar dan mengasikkan. Sampai di bandung pukul 12.30. kami beristirahat dulu di bandung sambil melaksanakan salat zuhur. Jam 14.00 kami memulai perjalanan dengan menyusuri kota bandung, cimahi, padalarang. Hanya saja ketika dipadalarang kami tidak mengambil jalur ke puncak melainkan melewati jalur, cikalongkulon terus menuju jonggol, cileungsi, citeureup, sampai cibinong jalan raya bogor. Perjalanan pulang benar-benar sangat lancar hampir tidak ada hambatan dalam perjalanan. Sampai di margonda kami berpisah untuk pulang kerumah masing-masing dan memasukkan cerita petualangan ke Tasikmalaya ini dalam album hidup kami. Terima kasih teman (Ivan, Yunan, Rahmat) atas perjalanannya semoga perjalanan yang akan datang lebih seru dan asik dengan anggota yang banyak
Sekian cerita dari saya untuk meluapkan kebahagian saya dan agar teringat dan tercatat dalam album kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: