Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha


SURAT PERJANJIAN KERJASAMA USAHA

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

MUKADDIMAH “Aku adalah pihak ke tiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah, selama salah seorang di antara mereka tidak berkhianat kepada kawan syarikatnya. Apabila di antara mereka ada yang berkhianat, maka Aku akan keluar dari mereka .” (Hadits Qudsi, Imam Daruquthni dari Abu Hurairah r.a.)

Pada hari ini, ________ Tanggal _____ Bulan ___________ Tahun 2011 di Cibinong, yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

No. KTP :

Alamat :

Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama

Nama :

No. KTP :

Alamat :

Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Nama :

No. KTP :

Alamat :

Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Ketiga

Secara bersama-sama ke-tiga pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama dengan jenis syarikat mudharabah dalam suatu usaha budidaya ayam pedaging dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1

Ketentuan Umum

1. Pihak Pertama, Pihak Kedua dan Pihak Ketiga selaku pemilik modal, menginvestasikan sejumlah uang untuk dipergunakan sebagai modal usaha dalam suatu usaha budidaya ayam pedaging.

2. Ketiga pihak akan mendapatkan keuntungan hasil usaha menurut persentase keuntungan yang disepakati bersama dan menanggung kerugian sebagaimana diatur dalam Pasal 4 dan Pasal 5.

3. Masing-masing pihak memiliki andil dalam usaha ini, baik modal/tenaga, yang besar maupun pembagiannya sebagaimana tercantum pada pasal 2, 3 dan 4.

Pasal 2

Modal Usaha

1. Besar uang modal sewa kandang dan pembelian alat penunjang adalah sebesar Rp 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah).

2. Besar uang deposit untuk bergabung dengan perusahaan inti adalah sebesar Rp 7.500.000 (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

3. Modal ketiga pihak tersebut diserahkan sebelum akad ini ditandatangani, yaitu pada hari ________ Tanggal ____ Bulan ________ Tahun 2011 secara tunai.

Pasal 3

Pengelola Usaha

1. Ketiga pihak tergabung dalam satu kerjasama secara seksama bekerja mengelola usaha.

2. Dalam mengelola usahanya, pengelola bisa dibantu oleh sejumlah karyawan yang biasa disebut anak kandang.

Pasal 4

Keuntungan

1. Keuntungan usaha adalah keuntungan bersih (Nett Profit), berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha (Cash Profit) dikurangi Zakat (5% dari Cash Profit), Biaya Mengendap (5% dari Cash Profit), dan Pengembangan Usaha (10% dari Cash Profit).

2. Nisbah keuntungan usaha disepakati sebesar 100% / 3. Masing-masing pihak selaku pemilik modal mendapat 33.33% dari keuntungan bersih.

Pasal 5

Kerugian

1. Kerugian usaha adalah hasil usaha dikurangi pengeluaran usaha bernilai negatif.

2. Kerugian usaha ditanggung oleh ketiga pihak sesuai dengan hukum islam syarikah mudharabah.

Dengan penjelasan sebagai berikut :

- Kerugian usaha akibat layaknya suatu kegiatan usaha mengandung resiko untung

- rugi, maka kerugian modal usaha ditanggung oleh ketiga pihak sesuai dengan persentase modal yang diinvestasikan.

Pasal 6

Penghitungan Untung-Rugi dan Laporan Usaha

1. Perhitungan untung rugi per panen dilakukan 6 hari setelah masa panen.

2. Tutup buku akhir usaha dilakukan setiap 6 bulan (tiap akhir musim).

3. Laporan bulanan per periode masa panen mengenai seluruh kegiatan usaha didiskusikan paling lambat 7 hari setelah masa panen pada periode berikutnya.

4. Penyerahan hasil keuntungan sebagaimana pasal 4 ayat 2 (bila memperoleh keuntungan) dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari setelah perhitungan untung-rugi per masa panen.

Pasal 7

Jangka Waktu Bersyarat

1. Jangka waktu kerjasama tidak terbatas, kecuali ada pembubaran kerjasama (pada akhir masa panen) yang disepakati oleh ketiga pihak.

2. Pejanjian kerjasama ini akan ditinjau kembali setiap akhir musim untuk diperbaharui dan/atau dimusyawarahkan kembali oleh ketiga pihak.

Pasal 8

Hak dan Kewajiban Selama jangka waktu kerjasama, ketiga pihak :

1. Berkewajiban untuk tidak melakukan pemaksaan kepada pihak-pihak yang lain untuk menjalankan usul, saran, ataupun keinginannya dalam melaksanakan kegiatan usaha ini.

2. Berkewajiban membayar kerugian pengelolaan usaha setelah penghitungan untung rugi (jika terdapat kerugian).

3. Berhak melakukan kontrol dan mengelola kegiatan usaha demi terciptanya kemajuan dan kelancaran usaha.

4. Berhak mengajukan usul dan saran kepada semua pihak untuk memperbaiki dan/atau menyempurnakan kegiatan usaha yang sedang berjalan.

5. Berhak membatalkan perjanjian dan/atau mengambil kembali sebagian modal usaha yang diinvestasikan.

Pasal 9

Perselisihan

1. Apabila terjadi perselisihan antara ketiga pihak sehubungan dengan perjanjian kerasama ini, ketiga pihak bersepakat menyelesaikannya secara musyawarah.

2. Segala sesuatu yang merupakan hasil penyelesaian perselisihan akan dituangkan dalam suatu berita acara.

Pasal 10

Lain-lain

1. Surat akad ini mengikat secara hukum kepada ketiga pihak.

2. Hal-hal lain yang mungkin kelak akan muncul di kemudian hari dan belum diatur dalam surat akad ini akan dimusyawarahkan ketiga pihak dan akan dituangkan dalam bentuk addendum.

3. Surat akad ini dibuat rangkap 3 dan seluruhnya ditandatangani oleh ketiga pihak pada hari dan tanggal di muka setelah dibubuhi materai secukupnya.

Pasal 11

Penutup

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan cara yang bathil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain, dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.” (Q. S. Al-Baqarah; 188)

Cibinong, September 2011

Pihak Pertama       Pihak Kedua             Pihak Ketiga

(          )          (           )         (          )

Demikian contoh surat kerjasama yang pernah saya buat, semoga bermanfaat.

About these ads

15 Tanggapan so far »

  1. 1

    moel said,

    yah semoga sukses….ditunggu bakaran ayamnya he…hee..

  2. 3

    muhaimin albani said,

    ass…. matur kesuwun pa mas, kang… mohon do’anya

  3. 5

    saat ini saya ada tugas buat surat perjanjian usaha untuk garmin gps dan alat survey , kira kira gmana yach :)

    • 6

      dwisadono said,

      Terima kasih mbak dini dah mampir ke blog saya.
      Dalam membuat surat perjanjian kerjasama usaha hal-hal penting yang harus diutarakan adalah :
      - Pihak-pihak yang melakukan kerjasama
      - Jenis usaha
      - Modal usaha (diperoleh dari mana)
      - Pengelolaan usaha
      - Perhitungan untung – rugi
      - Kewajiban dan hak-hak dari pihak-pihak yang melakukan perjanjian
      - Jangka waktu perjanjian kerjasama usaha

      mungkin demikian jawaban dari mbak dini, saya juga bukan yang ahli untuk bidang ini
      jika ada kesalahan tolong di koreksi :)

  4. 7

    bunyani said,

    siiiip. trimakasih infonya. insyaallah bermanfaat

  5. 8

    Nur Usman said,

    insyaa Allah sukses, amiin

  6. 10

    Cak Guspur said,

    Jazakallahu….atas sharenya

  7. 12

    denyrifai said,

    Barokallohu. Mohon ijin ATM ya… Terima kasih.

  8. 14

    setya said,

    artikel bagus , mohon ijin download mas .. suwun
    smoga bisa punya usaha sendiri kaya gitu…


Comment RSS · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: